Tentang Jogja Wall Nation

Respon, pada keunikan, budaya, seni, kekreativan dan kebersamaan. Jogjakarta menjadi trend mark bahkan centre mode and creative dari pada kota-kota besar lainya di Indonesia. Menyikapi akan semakin berkembangnya dan majunya kota ini sangatlah penting untuk bisa mempertahankan kehebatan dari Jogjakarta, dalam hal ini kita harus menjadikan wadah yang kuat dan menjadi satu kesatuan dengan idealis yang selalu berjalan sesuai dengan perkembangan jaman atau dinamis.
Permulaan, dengan mengakar pada content diatas, diadakan semacam obrolan kecil tanggal 23 September 2009 antara DANDIM 0734/Yka, Direktur Sieben Corporate, Wakil Walikota dan perwakilan dari seniman, untuk menseriusi terhadap Kota Jogjakarta untuk bisa menjadi kota yang penuh dengan kebersamaan dalam merespon berbagai hal yang dipunyai oleh masyarakat kota ini. Komandan KODIM 0734 / YKA (Bapak Letkol.Inf.Arudji Anwar) yang saat itu baru 2 (dua) bulan menjabat, memfasilitasi gagasan luar biasa untuk membuat brand storming pada Kota Budaya ini. Dengan mengumpulkan Pejabat PEMKOT (Walikota Yogyakarta Bapak Herry Zudianto dan Wakil Wali Kota Bapak Haryadi Suyuti), Ketua DPRD kota (Henry Kunjoro Yekti), Dinas Pariwisata Kota, Dinas Perhubungan, POLTABES Jogjakarta, dan Dinas-dinas terkait lainya. Dari sinilah tercetus sebuah konsep luar biasa yang disatukan dalam sebuah wadah bernama JOGJA WALL NATION (JWN).
Jogja Wall Nation atau JWN, yang berkomitmen pada sebuah kebersamaan untuk mempertajam images kota Yogyakarta supaya bisa lebih eksis di mata dunia, mengadakan grand launching dengan event yang bertitle Malioboro Mural Night Competition. Dimana dalam event tersebut menekankan pada ke jiwa nasionalisme yaitu mengangkat nama besar sang Pahlawan Nasional kita yaitu Panglima Besar Jenderal Soedirman. Karena itulah title dalam event perdana Jogja Wall Nation (JWN) adalah Spirit of Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Spirit , hanya bermodalkan pada semangat dan kepercayaan diri. Panitia besar Jogja Wall Nation (JWN) melakukan grand lounching dengan event Malioboro Mural Night Competition yang dilakukan di sepanjang Malioboro dan Alun-alun utara, tanpa modal sepeserpun dari pemerintahan ataupun instansi lainya. Dalam seiringnya waktu dan promosi event, ada beberapa klient atau partner masuk hanya sebagai support dan itupun tidak besar jumlahnya. Dalam JWN perdana kali ini panitia menginginkan sebuah bukti akan antusias dari masyarakat Jogja dalam hal Mural. Pendaftaran yang mepet dan uang pendaftaran yang jumlahnya lumayan besar sengaja dibuat untuk pembuktian semangat dan spirit dari peserta.
Event Succeced, Jogja Wall Nation (JWN) dengan acara perdananya berhasil mengumpulkan peserta sebanyak 2150 orang muralis. Dimana mereka secara serentak dan bersamaan membuat karya mural dengan media triplek secara tumplek blek di sepanjang Jalan Malioboro. Sesuatu yang dasyat, ternyata JWN langsung diterima oleh banyak kalangan masyarakat.
Pembuktian, kekompakan dari PEMKOT, TNI-POLISI, DPRD, DINAS-DINAS, SENIMAN, ENTERTAINTMENT dan Masyarakat Jogja terjadi disini. Inilah kebersamaan, inilah pembuktian untuk dunia bahwa Jogjakarta tetap eksis dalam kebuadayaan, seni, kreativitas, pendidikan, dan nasionalisme tanpa meninggalkan persatuan dan kebersamaan. Jogja Wall Nation (JWN) ke depan akan lebih menonjolkan pada pembuktian terhadap pengayoman masyarakat dalam kebersamaan.



